Seberapa jauhkah Sorga dari bumi....
Sehingga Kamu, gagal mendengarkan doa ku
Seberapa tinggikah Tahta Mu dari bumi...
Sehingga Engkau, tak mendengar teriakan ku
Tuhan...
Hidup itu pahit..
Aku berjuang untuk mereka
Lalu caci yang aku terima...
Tuhan..
Aku berjuang untuk tidak mengeluh..
Tidak sekali pun aku menunjukkan raut wajah mengeluh
Tidak Tuhan..
Maaf... Hanya kepada Mu lah aku tumpahkan seluruh kekesalan jiwaku
Bahwa sesungguhnya
Aku selalu menyakiti Mu
Bahwa sesungguhnya
Kebanggaan ku mungkin sebuah borok di mata Mu
Bahwa setiap kali aku mencoba menyenangkan Mu
Namun, darah dan daging ku, melemparkan ku menjauh dari Tahta Mu
Dan bahwa sesungguhnya
Kau tetap setia berada di sana
Seraya berkata...
Pulanglah anak Ku..
Dari singgasana para dewa
Langganan:
Postingan (Atom)


